
Judul Buku :
Penunggu Puncak Ancala (kisah horror para pendaki gunung)
Penulis :Indra Maulana, Sulung Hanum, Ageng
Wuri, Acen TriSusanto, Dea Sitohang
Penerbit : Bukune
Jumlah
Hal :viii+208 hal
ISBN :602-220-113-6
Aku
dan teman – teman penasaran akan keberadaan kompleks makam Prabu Siliowangi di
puncak Gunung Tampomas. Sesampainya disana, perasaanku jadi tidak enak ingin
rasanya segera kembali ke tenda. Aku merasa…ada yang mengawasi.
Sesosok
anak perempuan terlihat mengintip rombongan dari balik pohon. Siapa itu? Kulitnya
hitam, bajunya lusuh,dan…ah,aku dibuatnya gemetaran,tapi kami saling berjanji
untuk tetap diam jika menemukan keganjilan.
Perlahan
anak perempuan itu keluar dari persembunyiannya. Sepertinya tidak ada yang
sadar bahwa kami tidak lagi bersepuluh, melainkan sebelas. Karena dia kini
mengikuti kami di barisan paling belakang.
Dan…selama
berjalan…lehernya yang hampir putus juga ikut bergoyang…
***
Aama
tidak hanya menyuguhkan keindahan, tapi juga menyimpan banyak misteri, yang
melahirkan rasa takut.
Dan ini
adalah kisah kami,
Para
pecinta alam yang ingin mengalahkan rasa takut.
Dalam
perjalanan mendaki gunung, menelusuri gua, menapaki hutan,
Kami
bersentuhan dengan “mereka”-penghuni alam lain –
Yang
membuat nyali ciut. Namun, bagi para petualang,ketakutan harus
Dihadapi.
Sebab, ke mana pun kami pergi,
Mereka
akan selalu mengikuti…
***
Seperti
yang sudah di uraikan ditas bahwa buku ini menceritakan tentang pengalaman
penulis yang merupakan pendaki gunung. Pengalaman merasakan sensasi lain saat
melakukan pendakian dan bersentuhan dengan makhluk gaib. Buku
ini berisi sepuluh cerita horor yang bisa membuat merinding bila di baca di
malam hari. dalam setiap kisahnya juga selalu menyelipkan tips dalam mendaki. Bagaimana
menghadapi medan yang berbeda – beda, tentang sampah yang tidak boleh di
tinggal tapi harus di bawa turun, peralatan mendaki dan lain – lain.
Masing
– masing penulis menceritakan dua pengalaman horornya. Tidak melulu tentang
gunung, ada juga kisah nenek tua dari Goa Pindul yang cukup membuat bulu kuduk
merinding. Salah satu cerita yang paling membuat merinding sekaligus haru
adalah “Teman Mendaki” di Gunung Sumbing. Indra yang tertinggal dengan
kelompoknya di temani oleh seseorang yang mengaku bernama Ary. Indra heran
karena Ary tidak membawa carrier. Sepanjang perjalanan tidak ada yang
mencurigakan. Sampai saat golden sunrise tiba Ary pamit akan mendahului. Dan saat
Indra sampai puncak, dia kaget dengan kenyataan tentang sosok Ary. Atau kisah pendaki serius di Gunung Salak yang sudah terkenal dengan mistisnya.
Pesan
yang tersirat dari buku ini adalah di setiap tempat selalu ada hal gaib. Namun sebagai
manusia kita harus menghormati budaya setempat dan selalu berdoa saat akan
mendaki.
Mungkin
salah satu kelemahannya adalah karena di tulis oleh lima orang maka setiap
cerita pun memiliki gaya sendiri – sendiri. walaupun tidak mengurangi rasa
horornya. So, sudah siap mendaki gunung?
Aku pas baca bagian awal2 udaha ngeri sendiri, mba. Apalagi pas ketemu orang yang ternyata baru tau udah mati pagi harinya. Ga jadi lanjut baca, hehe
BalasHapusAku pas baca bagian awal2 udaha ngeri sendiri, mba. Apalagi pas ketemu orang yang ternyata baru tau udah mati pagi harinya. Ga jadi lanjut baca, hehe
BalasHapusmerinding sech mba..aku baca siang hari aja merinding..tapi ga bosen buat baca..jadi pengin naik gunung heheheh...penasaran sama nightmare side nya bukune..hehehe
HapusPercaya sama mahluk Ghoib adalah suatu yang hanya perlu diyakini. Namun hal seperti itu diharapkan tidak membuat mentalitas muda kita penuh ketakutan, dan kecemasan terlalu dini.
BalasHapusMisteri keberadaan Tesla Death Ray
setuju sama pendapat agan putro, selagi muda mending kita pikirin hal2 yang real untuk masa depan bangsa kita. Jangan sampe jadi bangsa kerdil dan penuh kegalauan. Harus bisa kaya Nikola Tesla dan energi gratis
BalasHapus